Gerakan Pramuka: Pengertian, Sejarah, Tujuan, Fungsi dan Kegiatannya Lengkap

Bacakalem.com - Pada artikel ini membahas tentang Gerakan Pramuka Pengertian, Sejarah, Tujuan, Fungsi dan Kegiatannya Lengkap. Sebagai orang pramuka maka kamu menjadi anggota organisasi Gerakan Pramuka (GP). Gerakan Pramuka juga ikut serta menjadi organisasi kepramukaan internasional yaitu WOSM (world Organization of Scout Movement). 

Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan nonformal, bertujuan untuk membentuk karakter menjadi seorang pemimpin dan memiliki kecakapan khusus pada dirinya. Bentuk kepengurusan Organisasi Gerakan Pramuka Indonesia berjenjang yang disebut Kwartir, sedangkan pendidikan kepramukaan paling bawah adalah Gugus Depan (gudep) ada dua yaitu gudep berbasis satuan pendidikan bertempat di sekolahan dan berbasis gugus depan komunitas yang berpangkalan (tempat) sesuai komunitasnya.

gerakan pramuka
Gerakan Pramuka Indonesia

Anggota Pramuka di kelompokan berdasarkan usia. Namun ujung tombak pembinaan karakter, pencetak generasi yang disiplin dan pelaku utama penanaman nilai kepramukaan secara langsung kepada peserta didik.

Sekarang Anda sudah tahu apa itu Gerakan Pramuka dan kegunaan gerakan pramuka sangat perlu dilakukan kepada siswa. Untuk lebih jelas tentang Pendidikan Gerakan Pramuka silahkan baca di bawah ini. 

Pengertian Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan nonformal yang dilaksanakan di lingkungan sekolah atau di luar sekolah seperti komunitas dalam bentuk kegiatan yang menarik dan di alam terbuka. Pembelajaran kepramukaan sering kita jumpai di instansi sekolah dengan bentuk kegiatan di dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (Outdoor).

Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia

Gerakan Pramuka dulu bernama Kepanduan. Gerakan Pendidikan Kepanduan Indonesia lahir sejak zaman Hindia-Belanda pada tahun 1912 dimulai latihan kelompok pandu di Batavia (nama Jakarta pada masa penjajahan belanda) dinamai cabang Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO). Dua tahun kemudian cabang berubah disahkan berdiri sendiri dinamakan Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) dalam bahasa Indonesia "Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda".

Waktu itu anggota NIPV dari keturunan Belanda. Lalu pada tahun 1916 berdirilah organisasi Kepanduan yang beranggotakan bumiputera dari Mangkunegaran VII pemimpin Kraton Solo membentuk organisasi Javaansech Padvinders Organistatie setalah itu muncul organisasi kepanduan seperti berbasis agama, kesukuan dan lainnya. Berikut organisasi kepanduan Indonesia : Padvinder Muhammadiyah (Hizbul Wathan), Nationale Padvinderij, Syarikat Islam Afdeling Pandu, Kepanduan Bangsa Indonesia, Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie, Pandu Indonesia, Padvinders Organisatie Pasundan, Pandu Kesultanan, El-Hilaal, Pandu Ansor, Al Wathoni, Tri Darma (Kristen), Kepanduan Asas Katolik Indonesia dan Kepanduan Masehi Indonesia.

Terbentuknya Gerakan Pramuka di awali dengan berbagai serangkaian peristiwa yang terjadi dan berkaitan. Pada tanggal 9 Maret 1961 nama Pramuka diresmikan  dan menjadi Hari Tunas Gerakan Pramuka. Pada tanggal 20 Mei 1961 diterbitkan suatu Keputusan Presiden Nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka dan disebut dengan momen Hari Permulaan Tahun Kerja. Pada tanggal 20 Juli 1961 para wakil organisasi Kepanduan Indonesia memberi pernyataan di Istana Olahraga Senayan bergabung dalam organisasi Gerakan Pramuka, saat itu disebutlah sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

Tepat pada tanggal 14 Agustus 1961 Gerakan Pramuka resmi diperkenalkan kepada masyarakat luas saat upacara di halaman Istana Negara. Ditandai dengan pelaksanaan penyerahan Panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno Kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX juga ditunjuk sebagai Ketua pertama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Panji di bawa Sri Sultan Hamengku Buwono IX lalu diberikan kepada satu barisan Defile terdiri dari para Pramuka di Jakarta dan dibawa berkeliling kota. Pada tanggal 14 Agustus kemudian ditetapkan sebagai perayaan Hari Pramuka setiap tahun di Indonesia.


Landasan Hukum Gerakan Pramuka

  • Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka
    Berisi landasan hukum pasal tentang pendidikan kepramukaan, kelembagaan, serta hak dan kewajiban pemangku kepentingan. Undang-undang tersebut disahkan pada tanggal 24 November 2010 terdiri atas 9 bab dan 49 pasal. 

  • Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka
    Berisi tentang aturan dasar terkait mengatur landasan hukum, tujuan, struktur organisasi dan tata cara penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di Indonesia.

Tujuan Gerakan Pramuka

Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. Berikut penjabaran menjadi dua poin penting untuk membentuk setiap pramuka:
  • Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani;
  • Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan.

Fungsi Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan nonformal di luar sekolah dan di luar keluarga sebagai wadah pembinaan serta pengembangan kaum muda dilandasi Sistem Among, Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. Berikut wadah untuk mencapai tujuan pramuka melalui:
  • Pendidikan dan pelatihan pramuka;
  • pengembangan pramuka;
  • pengabdian masyarakat dan orang tua; dan
  • permainan yang berorientasi pada pendidikan.

Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan

Prinsip Dasar Kepramukaan

  1. Nilai dan Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup setiap anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan kepada setiap peserta didik melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadi dengan bantuan tenaga pendidik, sehingga pengamalannya dapat dilakukan dengan inisiatif sendiri, penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.
  2. Setiap anggota Gerakan Pramuka wajib menerima nilai dan Prinsip Dasar Kepramukaan.
  3. Pengamalan nilai dan Prinsip Dasar Kepramukaan dilaksanakan dalam bentuk:
    • Menaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi laranganNya serta beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya;
    • Memiliki kewajiban untuk menjaga, memelihara persaudaraan dan perdamaian di masyarakat, memperkokoh persatuan, serta mempertahankan Pancasila, Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan kebhinekaan;
    • Melestarikan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang dan memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidup masyarakat;
    • Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama berdasarkan prinsip peri-kemanusiaan yang adil dan beradab;
    • Memahami potensi diri pribadi untuk dikembangkan dengan cerdas guna kepentingan masa depannya dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; dan mengamalkan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Metode Kepramukaan

  1. Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:
    • Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
    • Belajar sambil melakukan;
    • Kegiatan berkelompok, bekerjasama, dan berkompetisi;
    • Kegiatan yang menarik dan menantang;
    • Kegiatan di alam terbuka;
    • Kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan;
    • Penghargaan berupa tanda kecakapan; dan
    • Satuan terpisah antara putra dan putri.
  2. Metode Kepramukaan merupakan prosedur dan cara untuk mengimplementasikan nilai dan Prinsip Dasar Kepramukaan.
  3. Setiap unsur dalam Metode Kepramukaan memiliki fungsi pendidikan spesifik, yang secara bersama-sama dan keseluruhan saling memperkuat dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan kepramukaan.

Kode Kehormatan Gerakan Pramuka

Kode kehormatan pramuka berisi Janji (satya) dan Pedoman hidup (darma) disesuaikan dengan tingkat jasmani dan rohani. Berikut macam-macam kode kehormatan sesuai golongan:
  1. Pramuka Siaga
    • Dwisatya
    • Dwidarma
  2. Pramuka Penggalang
    • Tri Satya Pramuka
    • Dasa Dharma Pramuka
  3. Pramuka Penegak, Pandega & Dewasa
    • Tri Satya Pramuka
    • Dasa Dharma Pramuka

Golongan Anggota Gerakan Pramuka

Golongan anggota gerakan pramuka ada 5 yaitu siaga, penggalang, penegak, pandega, dewasa namun di kelompokan berdasarkan usia, sebagai berikut:
  1. Anggota Dewasa adalah pramuka yang berusia 26 tahun ke atas atau yang sudah menikah. Anggota dewasa bisa menjadi pembina, pelatih, kamulan (pengurus kwartir), majelis pembimbing dan sabagainya.
  2. Anggota Muda adalah pramuka berusia 7 - 25 tahun dan belum menikah. Dalam kegiatan kepramukaan anggota muda disebut dengan peserta didik yang dibagi menjadi 4 golongan:
    • Pramuka Siaga (7-10 tahun)
    • Pramuka Penggalang (11-15 tahun)
    • Pramuka Penegak (15 - 20 tahun)
    • Pramuka Pandega (21-25 tahun)

Struktur Organisasi Gerakan Pramuka

Organisasi Gerakan Pramuka berjenjang, namun setiap jenjang memiliki struktur pengurus masing-masing, berikut dari urutan pusat:
  1. Kwartir Nasional (kwarnas)
  2. Kwartir Daerah (kwarda)
  3. Kwartir Cabang (kwarcab)
  4. Kwartir Ranting (kwartirranting)
  5. Gugus Depan (gudep)/ Komunitas

Lambang Gerakan Pramuka dan Maknanya

Lambang pramuka adalah simbol atau identitas anggota Gerakan Pramuka disebut dengan Tunas Kelapa. Lambang gerakan pramuka diciptakan oleh Soenardjo Atmodipoerwo, ia seorang pembina pramuka sekaligus pegawai Departemen Pertanian, di pengurus kepramukaan Tingkat Nasional menjabat sebagai Andalan Nasional dan Pembina Pramuka.

Tunas Kelapa atau disebut Silhouette tunas kelap adalah bayangan tunas kelapa. Jadi lambang pramuka itu diambil dari bayangan tunas saat ini itu sebagai lambang simbol pramuka. Pertama kali digunakan pada tanggal 14 Agustus 1961 dan resmi ditetapkan secara hukum pada tahun 1972 melalui Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 06/KN/72.

Kegiatan dalam Gerakan Pramuka

Kegiatan pramuka sangat banyak namun menarik dan memiliki dampak baik dalam membentuk karakter diri, berikut beberapa kegiatan dalam latihan kepramukan atau perlombaan pramuka:
  • Perkemahan
  • Jambore
  • Persami
  • Penjelajahan
  • Pioneering
  • Tali Temali
  • Semaphore dan Morse
  • Bakti Sosial
  • Dll

Manfaat Mengikuti Gerakan Pramuka

Adapun mengikuti kegiatan pramuka dampak sebagai anggota pramuka, sebagai berikut:
  • Membentuk Karakter
  • Melatih Kepemimpinan
  • Menumbuhkan Kemandirian
  • Meningkatkan Kerja Sama
  • Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air

FAQ

  • Apa yang dimaksud dengan Gerakan Pramuka?
    Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyelenggarakan pendidikan nonformal di sekolah atau komunitas.

  • Apa tujuan Gerakan Pramuka?
    Tujuan Gerakan Pramuka adalah pendidikan pembentukan karakter seorang pramuka dan menciptakan pemimpin penerus bagsa.

  • Kapan Hari Pramuka diperingati?
    Setiap tanggal 14 Agustus.

  • Apa isi Tri Satya dan Dasa Dharma?
    Tri Satya berisi janji seorang pramuka yang harus di jalankan dan ditepati, sedangkan Dasa Darma adalah pedoman hidup sebagai acuan dalam melakukan kehidupan sehari-hari agar menjadi pramuka sejati.

  • Apa perbedaan Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega?
    Secara umum usia, jenjang pendidikan, fokus pembinaan, serta nama satuan kelompok.

  • Mengapa Gerakan Pramuka penting bagi pelajar?
    Membantu dalam membentuk karakter mulia, melatih kemandirian, serta mengasah keterampilan sosial dan kepemimpinan.

Penutup

Artikel ini membahas pengertian Gerakan Pramuka, cara berpramuka dan hal-hal yang ada di kegiatan pramuka. Dengan membaca ini Anda tahu Gerakan Pramuka itu apa, bagaimana cara mengajar pramuka, apa saja materi pramuka dan dampak pendidikan kepramukaan untuk diri sendiri. Semoga dengan Gerakan Pramuka: Pengertian, Sejarah, Tujuan, Fungsi dan Kegiatannya Lengkap bisa dijadikan refernsi.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال